Pages

Ada apa dengan kita?

Senin, 06 Juli 2015

Awalnya biasa-biasa saja. Semua penuh dengan kebahagiaan. Kini kamu hanya menahan semua nya. Aku melakukan kesalahan kecil saja kamu langsung memikirkan itu kesalahan fatal. Kamu berfikir aku tidak pantas untuk mu. Setiap kali aku meminta maaf, kau mengacuhkan aku. Kamu menganggapku tidak ada. Seberapa kacaunya kesalahan yang aku buat ini kasih? Sehingga kamu tak mau memaafkan aku. Aku mengakui kesalahanku ini membuatmu sedih. Membuatmu berfikir aku tak baik dimatamu. Aku masih ingin bercanda tawa dengan mu. Bahkan semua apa yang kamu inginkan aku penuhi.

Kamu marah, kamu kesal, kamu benci aku tak memperhitungkan itu. Bahkan pernah hal bodoh kamu lakukan dikota yang terkenal dengan orang-orang mabuk. Kau marah kepadaku hanya karna hal sepele dan mengabaikan keselamatanmu berjalan ke luar rumah dan berjalan sepanjang jalan yang gelap. Aku sungguh khawatir pada saat itu, kamu membuatku kacau. Saat itu juga, kucari dirimu sambil berdoa dalam hati "kembalilah kasih, jangan siksa dirimu dalam kesesakan hatimu". Ku susuri jalan itu, akhirnya aku menemukan mu sedang berjalan pelan ditengah kegelapan malam. Sungguh, kamu itu aneh, kamu itu kacau, kamu itu berantakan dan tak perduli akan keselamatan mu.

Kalau lah dirimu memang tak menginginkan aku hadir dalam keseharian/kehidupanmu kenpa kamu menerimaku dan mempersilahkan menyambut apa yang ku berikan. Aku sedih aku terkadang gak kuat. Bahkan aku pernah berfikir, buat apa aku hadir kalau kamu menganggap aku tak ada.

Ingatlah kasih, ketika dunia nanti telah mengabaikanmu dan meninggalkan mu aku masih disini.
Terimakasih menyayat hatiku. Aku bertahan bukan karna logika ku, tetapi kepatuhanku akan setia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar